Ingin Ketupat Lebaran Tahan Lama dan Tidak Basi? Lakukan Hal ini

6/28/2016 Add Comment
image via google
Ingin Ketupat Lebaran Tahan Lama dan Tidak Basi? Lakukan Hal ini -  Tidak terasa Sebentar lagi hari kemenangan akan tiba, biasanya ketupat dengan opor ayam menjadi menu andalan disantap bersama keluarga. Tapi ingat ya..makanan yang satu ini tidak tahan lama alias cepet basi jika tidak tahu proses penyajiannya.

Nah… Kalau Ingin Ketupat Lebaran Tahan Lama dan Tidak Basi? Hayu lakukan beberapa hal berikut ini : 

Waktu Mengolah Dan Menyajikan
Untuk waktu pengolahan dan penyajian ketupat diuasahakan tidak terlalu lama misalnya membuat ketupat dua atau satu hari sebelum disajikan. Karena, jika lebih dari waktu tersebut rasa ketupat kurang enak dan tekstur ketupat akan berubah menjadi benyek dan kemungkinan ketupat  tidak dapat dikonsumsi lagi.

Proses Merebus Ketupat
Pada saat merebus ketupat, pastikan seluruh bagian ketupat suadah benar-benar terendam air. Agar ketupat yang direbus matang dengan sempurna. Jika pada saat merebus airnya berkurang, tambahkan dengan air mendidih. Di baliklah sesekali agar ketupat matang dengan merata. Tunggulah ketupat hingga matang antara 4-5 jam (kompor gas) dan 2-3 jam (dimasak dalam tungku menggunakan kayu bakar dengan api yang besar).

Manfaat Penyimpanan Ketupat Kalau Digantung
Penyimpanan ketupat yang digantung setelah masak lebih tahan lama dibandingkan dengan yang tidak digantung, karena ketupat yang digantung dapat menghilangkan kandungan air yang tersisa dalam ketupat. ketupat yang dibiarkan berair dan lembab akan memicu tumbuhnya bakteri serta ketupat cepat benyek dan tidak tahan lama. Ketupat yang digantung akan tahan lama 3-4 hari.

Menyimpan Ketupat Dalam Lemari Pendingin
Selain digantung, ketupat juga bisa disimpan dalam lemari pendingin dengan cara ketupat dibungkus dengan plastik. Yang harus diperhatikan adalah jangan sampai ada lubang pada plastik yang digunakan. Karena lubang tersebut kan membuat ketupat menjadi basah, dan ketupat tidak menjadi tahan lama. Dalam lemari pendiingin ketupat bisa tahan antara 4-7 hari asalkan cara penyimpanannya baik dan benar.

Jangan Simpan Di Tempat Yang Lembab
Maknan yang satu ini tidak boleh disimpan disembarang tempat. Agar tahan lama ketupat disimpan ditempat yang kering. Jangan menyimpan ketupat ditempat yang lembab, karena dapat menyebabkan timbulnya jamur pada ketupat.

Jika anda ingin mengonsumsi ketupat yang disimpan dalam lemari pendingin, cukup keluarkan ketupat  lalu kukus terlebih dahulu salama 30 menit. Nah…itulah yang bisa mimin bagikan seputar ketupat lebaran yang sudah tradisi ada saat menyambut hari raya Idul Fitri, semoga artikel tentang Ingin Ketupat Lebaran Tahan Lama dan Tidak Basi? Lakukan Hal ini bermanfaat dan berhasil dan semoga tahun ini kita bisa merayakan Idul Fitri lengkap dengan keluarga dan sanak saudara.

THR Abis Sebelum Waktunya? Selamatkan Hidupmu Dengan Trik Ini!

6/27/2016 Add Comment
image via google
THR Abis Sebelum Waktunya? Selamatkan Hidupmu Dengan Trik Ini! - Libur Lebaran telah habis! Bukan cuma hari liburnya yang habis, tapi uang THR (Tunjangan Hari Raya) yang kamu dapatkan sebelum Lebaran juga sudah mulai menipis (bahkan habis!). Wah, mana gajian masih lama lagi kan? Bahaya juga nih, bisa-bisa dompet kempes di bulan ini. Eits, tenang dulu Gays. Penulis punya trik nih gimana kamu bisa bertahan dengan uang THR kamu yang masih tersisa.

1. Makan di warteg

Makan di warteg memang menjadi salah satu pilihan untuk makan murah meriah dan kenyang. Sejak dari zaman kuliah (apalagi anak kost) warteg sudah menjadi primadona. Dengan uang tidak lebih dari 10 ribu, kamu sudah dapat menyantap makanan dengan berbagai macam lauk.

2. Kurangi main/bergaul
Nah ini yang agak sulit, setelah Lebaran selesai pasti akan banyak ajakan halal bi halal dari teman-teman kamu. Mau nggak mau pastinya kamu datang dong? Nggak enak kan kalau nggak datang. Cuma kalau datang, kamu bingung karena lagi nggak punya duit. Nah lho?

3. Cari uang nyelip
Kadang pertolongan datang dari sesuatu yang tidak terduga, dari kantong celana misalnya. Coba kamu rogoh-rogoh kantong celana yang kamu pakai pas liburan kemarin. Siapa tahu kan ada uang nyelip di sana. Lumayan kalau ada nyelip 5 ribu buat beli cemilan.

4. Pinjem uang ke teman
Kalau memang kondisi keuangan kamu sudah kritis, tidak ada salahnya untuk coba meminjam uang ke teman kamu. Memang sih gengsi banget, tapi apa boleh buat dibanding nggak makan?

Cara Mengelola THR yang Benar Agar Tak Ludes Seketika

6/27/2016 Add Comment
image via google
Cara Mengelola THR yang Benar Agar Tak Ludes Seketika - aat-saat menjelang Hari Raya Lebaran ini kamu pasti sudah semangat membayangkan THR (Tunjangan Hari Raya) yang sudah dinanti-nanti. Atau malah sudah terima THR-nya, Toppers? Mungkin kamu sudah ada bayangan akan menggunakan THR ini untuk barang-barang impian yang sudah lama masuk wish list, misalnya gadget baru, baju baru, tas incaran beberapa bulan lalu, pokoknya semua barang baru.

Dapat uang tambahan dari perusahaan di luar gaji bulanan memang menyenangkan dan bikin semangat, tapi berapa lama THR ini bisa bertahan di rekening atau dompetmu? Berikut tips menggunakan uang THR dengan bijak supaya dana ini tidak lenyap seketika.

1. Gunakan THR untuk keperluan hari raya terlebih dahulu

yang pasti ada saat Lebaran
Sumber foto: Stillculture.blogspot.com

Pada dasarnya THR adalah pemasukan di luar gaji bulanan yang ditujukan untuk membiayai berbagai keperluan Hari Raya Idul Fitri yang harganya cenderung melonjak. Hindari lapar mata dan langsung menghabiskan THR untuk keinginan sesaat, tapi coba buat prioritas khususnya untuk keperluan Lebaran nanti, misalnya baju Lebaran baru, tiket mudik, amplop Lebaran, dan seterusnya.

Untuk mudik, pastikan kamu sudah memprediksi pengeluaran seperti harga bensin atau tiket kendaraan umum. Pisahkan juga biaya transport ini dengan biaya makan dan minum selama perjalanan. Sedangkan untuk pos biaya Lebaran, siapkan juga dana untuk membuat kue Lebaran, makanan Lebaran, dan minuman-minuman ringan.

2. Prioritaskan keperluan yang lebih penting sebelum belanja

tips menggunakan thr dengan bijak
Sumber foto: Metairiebank.com

Pada dasarnya prioritas utama dalam penggunaan THR adalah untuk keperluan hari raya, seperti halnya poin pertama di atas. Namun, THR juga bisa lho digunakan untuk membayar berbagai keperluan mendesak yang tidak kalah penting, misalnya hutang kartu kredit. Tidak adalah salahnya kok menggunakan THR untuk membayar hutang, tapi perhitungkan dengan baik karena bisa jadi alokasi dana untuk investasi dan dana darurat terpakai untuk kebutuhan ini.

Usahakan membayar hutang terlebih dahulu sebelum belanja untuk keperluan hiburan, Toppers. Hal ini mungkin berefek kamu tidak bisa belanja Lebaran lebih banyak, tetapi ini sebenarnya lebih berpengaruh positif pada kondisi keuangan pribadi dan keluarga.

3. Jangan langsung dihabiskan, alokasikan juga untuk ditabung

tabungan thr lebaran
Sumber foto: Maxfinance.com.au

Pernah merasa kalau dalam sebulan (atau bahkan lebih!) kamu tidak bisa menabung karena memang tidak ada uang tersisa untuk ditabung? Sebelum terulang lagi, pisahkan sejumlah persentase uang THR untuk ditabung, apalagi pemasukkan tambahan ini bisa meningkatkan jumlah tabunganmu dengan lumayan siginifikan, lho.

Untuk urusan tabungan ini, jangan sisakan dananya dan baru ditabung setelah belanja. Bisa jadi malah semua uangmu terpakai untuk kesenangan sesaat saja. Kalau bingung seberapa banyak uang THR yang bisa ditabung, minimal sisihkan 10% dari THR untuk tabungan.

4. Investasi dari THR tahun ini untuk masa depan

investasi dari thr lebaran
Sumber foto: Landmarkgold.com

Sebisa mungkin kelola uang THR kamu seperti halnya mengelola gaji bulanan. Paling tidak sisihkan 10% dari THR untuk melakukan investasi. Dengan pemasukkan tambahan di luar gaji bulanan ini, kamu punya kesempatan lho untuk mempercepat investasi untuk rencana jangka panjang demi masa depan nanti. Mirip dengan poin nomor 3 di atas, anggarkan THR dengan baik dan sisihkan sebagian daripada untuk senang-senang saja.

Kamu bisa mengalokasikan investasi ke dalam berbagai bentuk, misalnya deposito, reksadana, emas, dan seterusnya. Dengan besar THR sama seperti 1 bulan gaji, lumayan banget kan untuk diinvestasikan!

5. Jangan lupakan zakat untuk berbagi

zakat dari thr lebaran
Sumber foto: Salamstock.com

Begitu dapat uang THR memang rasanya “gatal” ya untuk dibelanjakan. Namun, coba kendalikan keinginan belanja ini agar tidak berlebihan, sama seperti kamu sedang mengendalikan hawa nafsu selama berpuasa di bulan suci ini. Sisihkan rezekimu di bulan puasa ini untuk berbagi dengan orang lain lewat zakat.
Kalau menggunakan uang untuk keperluan pribadi seperti belanja baju dan tas, rasa senang pasti muncul saat berhasil membawa pulang barang impian. Namun, perasaan itu sebenarnya hanya sesaat dan tidak akan bertahan lama. Sedangkan ketika kamu bisa membantu orang lain, sekecil apapun itu pasti akan membawa kebahagiaan. Berbagi akan membuat hidup lebih bahagia karena apa yang kamu punya ternyata memiliki kebermanfaatan untuk orang lain.

Untuk tahun ini, yuk buat perencanaan yang lebih matang untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Ibadah jadi lebih fokus dan setelah Lebaran kamu masih punya dana tabungan.

Lakukan Ini Saat Meninggalkan Rumah Mudik Lebaran

6/27/2016 Add Comment
image via google
Lakukan Ini Saat Meninggalkan Rumah Mudik Lebaran - Sebentar lagi kita akan menyambut hari raya lebaran dan tentunya buat yang ingin pulang mudik ke kampung halamannya sudah pasti akan meninggalkan rumah dalam kurun waktu yang bisa dikatakan lumayan lama.

Untuk itu sebelum Anda benar-benar pulang mudik kamu harus perhatikan bagaimana meninggalkan keadaan rumah, berikut ini Tips Aman Meninggalkan Rumah Saat Mudik Lebaran :

Laporkan Kepada Pak RT atau RW dan Satpam Perumahan Bahwa Rumah Anda Kosong
Pastikan kamu melapor kepada RT/RW setempat kalau rumah kosong karena mau mudik, hal itu bertujuan agar jika ada orang lain mencoba masuk RT/RW setempat sudah tau kalau orang itu punya niatan buruk pada rumah Anda.

Minta Bantuan Tetangga untuk Memeriksa Rumah Secara Berkala
Tidak ada salahnya basa-basi meminta tetangga sebelah untuk melihat-lihat keadaan sekitar rumah anda saat mudik.

Cabut Aliran Gas dan Listrik yang Tidak Perlu
Ini yang paling krusial terkadang kita lupa, untuk menghindari hal tidak diinginkan seperti kebakaran pada rumah pastikan semua yang berhugbungan denga listrik dimatikan, cek tabung gas juga cabut selang gas nya.

Amankan Barang-barang yang Berharga
Lebih baik barang-barang berharga dibawa jika memang masih kebawa, sebab kita tidak tau jika ada kejadian yang diluar perkiraan kita.

Mungkin itu saja Tips Aman Meninggalkan Rumah Saat Mudik Lebaran, semoga bermanfaat dan smohon maaf lahir dan batin..!!

Cara Membuat Puding Kacang Merah

6/27/2016 Add Comment
image via google
Cara Membuat Puding Kacang Merah - Anda pasti sangat familiar dengan kacang merah. Selain diolah menjadi sup, kacang merah juga bisa dinikmati dalam keadaan dingin, salah satunya puding. Kacang merah mengandung potasium yang baik untuk jantung dan serat yang dapat menurunkan risiko kanker.

Akhir pekan apalagi untuk persiapan berbuka puasa, saatnya coba membuat puding kacang merah dengan resep berikut ini.

Bahan:

1 bungkus agar-agar putih.

100 gram kacang merah.

300 ml susu.

1/2 sendok teh garam.

50 gram gula pasir.

Cara membuat:

1. Rendam kacang merah selama tiga sampai empat jam, lalu rebus hingga lunak. Haluskan.

2. Campur susu, agar-agar, garam, dan gula pasir, masak sambil terus diaduk sampai mendidih.

3. Masukkan kacang merah, aduk.

4. Siapkan wadah, lalu tuang adonan, diamkan hingga mengeras.

Simpan di lemari es kurang lebih 4 jam, sajikan.

Cara Efektif Untuk Lebih Semangat Di Kantor

6/27/2016 Add Comment
image via google
Cara Efektif Untuk Lebih Semangat Di Kantor - Tidak jarang para pekerja merasa bosan dengan rutinitas yang dilakukan di kantor. Celakanya, rasa bosan ini mendatangkan dampak negatif, seperti hal nya penurunan kualitas kerja bahkan stres. Untuk itu sangat penting bagi untuk bisa selalu bersemangat saat dikantor. Berikut beberapa cara efektif yang bisa Anda terapkan untuk menjaga semangat kerja.

Datang tepat waktu
Terbiasa untuk datang tepat waktu ke kantor akan berdampak positif bagi karir Anda. Datang tepat waktu juga akan membuat lebih produktif, dan meminimalisir menumpuknya pekerjaan yang dapat membuat stres.

Tersenyum
Cobalah untuk mengawali hari yang panjang di kantor dengan tersenyum. Walaupun Anda sedang dalam mood yang kurang baik, berusahalah untuk tetap tersenyum. Dengan begitu energi positif akan berkumpul di dalam diri dan membuat pekerjaan berjalan lancar.

Menarik nafas
Michael Woodward, Organizational Psychologist mengatakan, sebelum melakukan sebuah pekerjaan, ada baiknya Anda berdiam diri terlebih dulu untuk menarik nafas panjang dan selalu berpikir positif. Dengan menarik nafas panjang juga akan membuat Anda lebih fokus.

Sarapan sehat
Dengan menyempatkan sarapan sehat sebelum bekerja, dapat memberikan energi tidak hanya untuk tubuh, tetapi juga untuk pikiran. Karena jika Anda melewatkan waktu sarapan, maka akan sulit untuk berkonsentrasi saat mengerjakan tugas kantor.

Perencanaan
Saat tiba dikantor lebih awal, cobalah buat perencanaan  kerja Anda dalam satu minggu ke depan. Hal ini akan membuat pekerjaan Anda terstruktur dengan baik, dan tidak ada satu hal pun yang terlupa.

Manfaat Mendengarkan Musik Ketika Berlari

6/27/2016 Add Comment
image via google
Manfaat Mendengarkan Musik Ketika Berlari  - Tren olahraga lari semakin berkembang akhir-akhir. Tidak hanya dari aksesoris lari saja yang menarik minat banyak orang, tetapi kebiasaan lari pun kini semakin unik. Salah satunya adalah kebiasaan berlari sambil mendengarkan lagu-lagu favorit dengan menggunakan telepon genggam atau alat pemutar musik lainnya.

Tapi ternyata, hal ini bukanlah hanya sekedar bergaya. Mendengarkan musik ketika berlari, diketahui benar-benar memiliki sebuah manfaat. Costas Karageorghis, Ph.D., dari London's Brunel University School of Sport and Education, mengklaim bahwa, " Musik bisa dianggap sebagai jenis obat yang mampu meningkatkan performa seseorang". Sehingga dengan kata lain, musik dapat memberikan tenaga tambahan bagi orang yang mendengarkannya saat melakukan sebuah aktivitas, salah satunya berlari.

Menurut the Health Science Academy, musik dapat mengalihkan pikiran dari rasa lelah yang mungkin timbul, saat seseorang melakukan sebuah pekerjaan. Untuk itu dengan membuat daftar lagu kesukaan sebelum berlari, diharapkan mampu membiaskan rasa lelah yang mungkin timbul saat berlari. Selain itu, aktivitas lari akan jauh lebih menyenangkan, jika dilakukan sambil mendengarkan lagu favorit.

Mulai sekarang siapkan daftar lagu favorit Anda ketika berencana untuk berlari. Anda juga harus mengatur volume lagu yang terputar saat Anda berlari, jangan sampai terlalu besar dan membuat Anda tidak dapat mendengar suara di sekitar Anda. Selamat mencoba!
via

Sejarah dan asal suku Betawi

7/10/2014 Add Comment


Kalau Mandra gampang saja menjawabnya: “au ah gelap!” Mahbub Djunaidi si kolomnis ternama asli Betawi pernah mencoba menjawabnya; tapi, ia pun akhirnya menyerah. “Bukan apa-apa bagaimana bisa menjelaskan sedangkan topangan literaur saja tidak ada. Mana ada nenek moyang orang Betawi meninggalkan tulisan? Babad, hikayat—tiada itu. Ada memang kisah sultan Zainul Abidin atau Siti Zubaedah yang saban-saban dipaparkan sahibul hikayat saat pesta sunatan atau perkawinan. Tetapi, isinya penuh rupa-rupa petualangan dan tingkah jin dalam berbagai kaliber.” Begitu alasannya.

Sampai kini hanya Ridwan Saidi yang tak lelah-lelah menjawab pertanyaan itu. Sudah tiga buku ditulisnya untuk menjelaskan yaitu “Profil Orang Betawi” (1997), “Warisan Budaya Betawi” (2000) dan “Babad Tanah Betawi” (2002). Tak puas, di beratus forum diskusi Ridwan omong, ikut debat polemik dengan macam-macam peneliti dari dalam dan luar negeri tentang hal yang sama.

Menurut Ridwan orang Betawi bukanlah orang “kemarin sore”. Tidak benar jika ada yang mengatakan orang Betawi itu keturunan budak yang didatangkan Kompeni untuk mengisi intramuros alias kota benteng Batavia. Orang-orang Betawi telah ada jauh sebelum J.P. Coen membakar Jayakarta tahun 1619 dan mendirikan di atas reruntuknya kota Batavia.

Salakanagara Hingga Kalapa

Cikal bakal sejarah orang Betawi dikaitkan Ridwan dengan tokoh bernama Aki Tirem yang hidup di daerah kampung Warakas (Jakarta Utara) pada abad 2. Aki Tirem hidup dari membuat priuk dan saban-saban bajak laut menyatroni tempatnya untuk merampok priuk. Lantaran keteteran sendiri melawan bajak laut maka diputuskan untuk mencari perlindungan dari sebuah kerajaan. Saat itulah Dewawarman seorang berilmu dari India yang menjadi menantunya dimintanya mendirikan kerajaan dan raja.

Pada tahun 130 berdirilah kerajaan pertama di Jawa yang namanya Salakanagara. Salakanagara nagara menurut Ridwan berasal ari bahasa Kawi salaka yang artinya perak.

Secara etimologis kemudian Salakanagara itu dikaitkan Ridwan dengan laporan ahli geografi Yunani bernama Claudius Ptolomeus pada tahun 160 dalam buku Geografia yang menyebut bandar di daerah Iabadiou (Jawa) bernama Argyre yang artinya perak. Dikaitkan pula dengan laporan dari Cina zaman Dinasti Han yang pada tahun 132 mengabarkan tentang kedatangan utusan Raja Ye Tiau bernama Tiao Pien.

Ye Tiau ditafsirkan sebagai Jawa dan Tiau Pien sebagai Dewawarman. Termasuk dalam hal ini yang disebut Slametmulyana sebagai Kerajaan Holotan yang merupakan pendahulu kerajaan Tarumanagara dalam bukunya Dari Holotan sampai Jayakarta adalah Salakanagara.

Soal letak Salakanagara, Ridwan menunjuk kepada daerah Condet. Alasannya karena di Condet salak tumbuh subur dan banyak sekali nama-nama tempat yang bermakna sejarah, seperti Bale Kambang dan Batu Ampar. Bale Kambang adalah pasangrahan raja dan Batu Ampar adalah batu besar tempat sesaji diletakkan.

Di Condet juga terdapat makam kuno yang disebut penduduk Kramat Growak dan makam Ki Balung Tunggal yang ditafsirkan Ridwan adalah tokoh dari zaman kerajaan pelanjut Salakanagara yaitu Kerajaan Kalapa. Tokoh ini menurut Ridwan adalah pemimpin pasukan yang tetap melakukan peperangan walaupun tulangnya tinggal sepotong maka lantaran itu dijuluki Ki Balung Tunggal.

Setelah menunjuk bukti secara geografis, Ridwan pun melengkapi teorinya tentang cikal bakal sejarah orang Betawi dengan sejarah perkembangan bahasa dan budaya Melayu agar dapat semakin terlihat batas antara orang Betawi dengan orang Sunda. Ia pergi ke abad 10. Saat terjadi persaingan antara wong Melayu yaitu Kerajaan Sriwijaya dengan wong Jawa yang tak lain adalah Kerajaan Kediri. Persaingan ini kemudian menjadi perang dan membawa Cina ikut campur sebagai penengah karena perniagaan mereka terganggu. Perdamaian tercapai, kendali lautan dibagi dua, sebelah timur mulai dari Cimanuk dikendalikan Sriwijaya, sebelah timur mulai dari Kediri dikendalikan Kediri. Artinya pelabuhan Kalapa termasuk kendali Sriwijaya.

Sriwijaya kemudian meminta mitranya yaitu Syailendra di Jawa Tengah untuk membantu mengawasi perairan teritorial Sriwijaya di Jawa bagian barat. Tetapi ternyata Syailendara abai maka Sriwijaya mendatangkan migran suku Melayu Kalimantan bagian barat ke Kalapa. Pada periode itulah terjadi persebaran bahasa Melayu di Kerajaan Kalapa yang pada gilirannya – karena gelombang imigrasi itu lebih besar ketimbang pemukin awal – bahasa Melayu yang mereka bawa mengalahkan bahasa Sunda Kawi sebagai lingua franca di Kerajaan Kalapa.

Ridwan mencontohkan, orang “pulo”, yaitu orang yang berdiam di Kepulauan Seribu, menyebut musim di mana angin bertiup sangat kencang dan membahayakan nelayan dengan “musim barat” (bahasa Melayu), bukan “musim kulon” (bahasa Sunda). Orang-orang di desa pinggiran Jakarta mengatakan “milir”, “ke hilir” dan “orang hilir” (bahasa Melayu Kalimantan bagian barat) untuk mengatakan “ke kota” dan “orang kota”.

Studi Lance Castles

Agar timbangan tidak berat sebelah maka perlulah disini dikemukakan pula sosial-origin alias asal-usul sejarah orang Betawi yang ditulis Lance Castles, meskipun telaah peneliti Australia ini banyak bikin berang orang Betawi, tetapi sampai sekarang hanya itulah yang dianggap sebagai jawaban paling memuaskan (kalau tidak bisa disebut accepted history) oleh banyak pihak, terutama para akademisi.

Pada April 1967 di majalah Indonesia terbitan Cornell University, Amerika, Castles mengumumkan penelitiannya menyangkut asal-usul orang Betawi. Hasil penelitian yang berjudul “The Ethnic Profile of Jakarta” menyebutkan bahwa orang Betawi terbentuk pada sekitar pertengahan abad 19 sebagai hasil proses peleburan dari berbagai kelompok etnis yang menjadi budak di Batavia.

Secara singkat sketsa sejarah terjadinya orang Betawi menurut Castles dapat ditelusuri dari, pertama daghregister, yaitu catatan harian tahun 1673 yang dibuat Belanda yang berdiam di dalam kota benteng Batavia. Kedua, Catatan Thomas Stanford Raffles dalam History of Java pada tahun 1815. Keriga, catatan penduduk pada Encyclopaedia van Nederlandsch Indie tahun 1893 dan keempat sensus penduduk yang dibuat pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1930.

Oleh karena klasifikasi penduduk dalam keempat catatan itu relatif sama, maka ketiganya dapat diperbandingkan, untuk memberikan gambaran perubahan komposisi etnis di Jakarta sejak awal abad 19 hingga awal abad 20. Sebagai hasil rekonstruksi, angka-angka tersebut mungkin tidak mencerminkan situasi yang sebenarnya, namun menurut Castles hanya itulah data sejarah yang tersedia yang relatif meyakinkan.

Dari perbandingan dapatlah diketahui bahwa selama sekitar satu abad, beberapa kelompok etnis seperti Bali, Bugis, Makasar, Sumbawa, dan sebagainya tidak tercatat lagi sebagai kelompok etnis Jakarta. Sedangkan jumlah orang Jawa dan Sunda meningkat pesat, yang berarti migrasi cukup besar di dari Jawa, dan mungkin estimasi kelompok etnis Sunda di masa lalu di daerah sekitar Batavia terlalu rendah. Sebaliknya muncul kelompok etnis baru yang disebut “Batavians” (Betawi) dalam jumlah besar yaitu 418.900 orang. Jadi secara umum dapatlah dikatakan bahwa kehadiran orang Betawi merupakan buah dari kebijakan kependudukan yang secara sengaja dan sistematis diterapkan oleh VOC.

Bukti Arkeologis

Sepuluh tahun setelah pengumuman hasil penelitian Lance Castles, arkeolog Uka Tjandarasasmita mengemukakan monografinya Jakarta Raya dan Sekitarnya Dari Zaman Prasejarah Hingga Kerajaan Pajajaran (1977). Uka memang tidak menyebut monografinya untuk menangkis tesis Castles, tetapi secara arkeologis telah memberikan bukti-bukti yang kuat dan ilmiah tentang sejarah penghuni Jakarta dan sekitarnya dari masa sebelum Tarumanagara di abad 5.

Dikemukakan bahwa paling tidak sejak zaman neolitikhum atau batu baru (3500 – 3000 tahun yang lalu) daerah Jakarta dan sekitarnya dimana terdapat aliran-aliran sungai besar seperti Ciliwung, Cisadane, Kali Bekasi, Citarum pada tempat-tempat tertentu sudah didiami oleh masyarakat manusia. Beberapa tempat yang diyakini itu berpenghuni manusia itu antara lain Cengkareng, Sunter, Cilincing, Kebon Sirih, Tanah Abang, Rawa Belong, Sukabumi, Kebon Nanas, Jatinegara, Cawang, Cililitan, Kramat Jati, Condet, Pasar Minggu, Pondok Gede, Tanjung Barat, Lenteng Agung, Kelapa Dua, Cipete, Pasar Jumat, Karang Tengah, Ciputat, Pondok Cabe, Cipayung, dan Serpong. Jadi menyebar hampir di seluruh wilayah Jakarta.

Dari alat-alat yang ditemukan di situs-situs itu, seperti kapak, beliung, pahat, pacul yang sudah diumpam halus dan memakai gagang dari kayu, disimpulkan bahwa masyarakat manusia itu sudah mengenal pertanian (mungkin semacam perladangan) dan peternakan. Bahkan juga mungkin telah mengenal struktur organisasi kemasyarakatan yang teratur.

Seberapa Penting Keturunan

Akhirnya, sebelum menutup tulisan ini perlu pula dikemukakan pertanyaan, yang terlepas dari polemik soal asal muasal orang Betawi. Sesungguhnya seberapa pentingkah keturunan itu bagi orang Betawi? Mengutip penelitian Ninuk Kleden, maka tiga yang dianggap terpenting dalam fase kehidupan orang Betawi adalah khitanan, kawinan,, dan kematian. Berlatar kultur seperti itu, tentunya orang Betawi sedikit sekali punya konsentrasi untuk mengingat-ingat sesuatu yang berkaitan dengan kelahiran. Adat hidupnya yang banyak bertopang pada agama Islam lebih mengajarkan untuk lebih mengingat-ingat hari kematian. Wajar jika orang Betawi menganggap adat berulang tahun itu tak penting. Itu adat kafir karena datangnya dari Kumpeni yaitu sebutan mereka untuk VOC (Verenigde Oost-indiesche Compagnie).

Dalam konteks itulah adalah wajar jika Mandra spontan menjawab “au ah gelap” soal asal muasal orang Betawi. Kapan lahir dan keturunan siapa tak persoalan bagi orang Betawi. Apakah sejarah yang disertai polemik itu tepat atau ngelantur? Tak soal. Sekali lagi, seperti kata Mahbub Djunaidi, bagaimana mengkritisi sedangkan topangan literatur tiada. Orang Betawi bukanlah orang Jawa yang walau banyak bohong masih sempat meninggalkan sejarahnya dalam babad.

Motto hidup orang Betawi yang ingin senang terus, membuat mereka tak ambil pusing soal polemik asal muasal itu. Mereka terima saja ketika pemerintah Jakarta menetapkan baginya hari ulang tahun, 22 Juni. Tepat atau tidak, benar atau bohong hari ulang tahun itu bagi orang Betawi tidak jadi soal, karena sesama satu kesatuan entitas nasional jangankan benarnya, bohongnya pun mesti percaya. Hidup sekali dan sudah susah koq dibikin susah-susah dengan segala versi itu.

Boleh jadi sikap ini karena mereka awam sejarah, atau malah sebaliknya, sejarah itu diragukan kebenarannya. Orang Betawi memang polos dan jenaka. Bagi mereka kwalitas manusia itu tidak ditentukan oleh kapan lahir dan dari keturunan siapa, melainkan isi kepala dan prilakunya. Ya, memang keturunan itu bukan apa-apa dan tidak 100% dominan.

Taruhlah orang Betawi itu keturunan Baginda Raja Salakanagara yang hebat, Ki Balung Tunggal yang sakti atau cuma budak yang hina, tetapi yang penting siapakah orang Betawi itu sekarang. Antara kebesaran Baginda Raja Salakanagara, kesaktian Ki Balung Tunggal dan kehinaan budak Kumpeni dengan orang Betawi sekarang tidak ada hubungannya sama sekali. Tak perlu cerewet dengan kisah asal muasal keturunan. Lebih penting adalah orang Betawi sekarang mesti belajar dan bekerja keras untuk jadi berkwalitas macam raja-raja besar dan jangan jatuh hina ditindas bagai budak tak berharga. Kwalitas tak jatuh dari keturunan, dan tidak juga dari langit.

Tetapi tentang siapakah orang Betawi, dari mana asalnya, pendek kata sejarahnya orang Betawi mesti dicarikan jawaban. Memang kwalitas tak jatuh dari keturunan, tetapi pertanyaan sejarah itu bukan berarti mesti diremehkan dan tidak harus dicari jawabannya. Sebisanya mesti dijawab, sebab itu menyangkut sejauh mana sebetulnya kita bersungguh-sungguh dengan sejarah. Sejarah yang lebih adil, yang bisa menjadi sumber inspirasi dan pedoman yang menuntun masyarakat pendukungnya sekarang belajar serta mengetahui serta mengerti seraya bekerja keras untuk mencapai arah kemana mereka mesti menuju.

Dalam konteks itu saling silang tentang sejarah asal usul orang Betawi menjadi penting dan perlu disyukuri sebagai tanda bahwa arah mencari sejarah yang adil tengah berjalan, dan disana sejarah sebagai gambaran masa lalu yang adalah pula merupakan berita pikiran atau discourse, yang menuntut adanya proses dialogis telah terjadi dan tinggal kini orang Betawi mengambil hikmahnya dari setiap historiografi atau penulisan sejarah yang terlibat dalam polemik itu untuk menjawab keprihatinan dan kegelisahan sosial-kultural mereka yang harus bertanggungjawab memajukan kehidupan manusia Betawi sekaligus manusia Indonesia.[JJ Rizal]

Source: http://staff.blog.ui.ac.id/syam-mb/2009/05/18/siapa-dan-darimanakah-orang-betawi/