Wisata Belanja di Pasar Beringharjo

10/04/2013 Add Comment
PASAR BERINGHARJO WISATA INDONESIA

Berlokasi di pusat "jantung" perekonomian kota jogjakarta, yaitu  satu kawasan dengan kawasan Malioboro. Pasar Beringharjo mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang hendak berbelanja. Julukan Sebagai  salah satu pasar tradisional terindah di Jawa mungkin  bukanlah sebutan yang berlebihan untuk Pasar Beringharjo.

Pasar Beringharjo telah menjadi pusat kegiatan ekonomi selama ratusan tahun dan keberadaanya mempunyai nilai historis dan filosofis yang cukup panjang tidak dapat dipisahkan dengan kraton Yogyakarta. Pasar yang telah berkali-kali dipugar ini melambangkan satu tahapan kehidupan manusia yang masih berkutat dengan pemenuhan kebutuhan ekonominya.

Selain itu,Pasar Beringharjo juga merupakan salah satu pilar 'Catur Tunggal' Catur yang berarti empat (4), Tunggal yang berarti satu (1), dengan bahasa lain yaitu Empat pilar yang menjadi satu , terdiri dari Kraton, Alun-Alun Utara, Masjid, dan Pasar Beringharjo. Pasar melambangkan fungsi ekonomi.

Berbagai keperluan sehari dapat kita temukan disini, dan yang paling terkenal dari Pasar Beringharjo adalah koleksi Batiknya. Sebagai sentra pasar batik terbesar di Jogjakarta Beringharjo adalah tempat terbaik karena koleksi batiknya lengkap. Mulai batik kain maupun sudah jadi pakaian, bahan katun hingga sutra, mulai yang murah sampai yang mahal  tersedia di pasar ini. 

PASAR BERINGHARJO WISATA INDONESIA


Jika kita masuk dari pintu gerbang barat , Pengunjung langsung akan menjumpai Koleksi batik kain. Sementara koleksi pakaian batik dapat dijumpai hampir di seluruh pasar bagian barat. Selain pakaian batik, los pasar bagian barat juga menawarkan baju surjan, blangkon, dan sarung tenun maupun batik. Selain koleksi Batik , Sandal dan tas yang dijual dengan harga yang murah  dapat kita dijumpai di sekitar eskalator Pasar bagian barat. 

Cara Hack Chip Zynga Poker
Di bagian  timur dari Pasar Beringharjo terdapat penjual souvenir atau barang untuk oleh-oleh yang dapat dibeli dalam jumlah grosir / lusinan sehingga harganya bisa lebih murah. Di tempat ini pula banyak ditawarkan Aneka  Imitasi perhiasan dan perlengkapan pengantin, Sehingga tidak jarang, Banyak Tata rias pengantin ( Adat Jawa ) yang berburu koleksi terbaru perlengkapan pengantin di pasar ini.

Cara Hack Chip Zynga Poker

Di lantai dua Pasar merupakan tempat yang asyik bagi anda untuk berburu barang antik. ada helm buatan tahun 60-an yang bagian depannya memiliki mika sebatas hidung dan sebagainya. Di lantai itu pula, anda dapat memburu barang bekas berkualitas. Berbagai macam barang bekas impor seperti sepatu, tas, bahkan pakaian dijual dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga aslinya dengan kualitas yang masih baik.

Di lantai dua  juga merupakan sentra jamu, jadi  jangan heran bila mencium aroma jejamuan yang sangat menyengat ( namun tetap menyehatkan.hehe). Lokasi ini memang merupakan pusat penjualan bahan dasar jamu Jawa dan rempah-rempah. Bahan jamu yang dijual misalnya kunyit yang biasa dipakai untuk membuat kunyit asam dan temulawak (pahitnya minta ampun) yang dipakai untuk membuat jamu . Rempah-rempah yang ditawarkan adalah jahe ,kayu manis dsb.

Puas berkeliling di bagian dalam Pasar , tiba saatnya untuk menjelajahi daerah sekitar pasar dengan pesona belanja yang  tak kalah menarik. Kawasan utara Pasar yang dahulu dikenal dengan Kampung Pecinan . Anda bisa mencari kaset-kaset oldies dari musisi tahun 50-an yang jarang ditemui di tempat lain. Selain itu, terdapat juga kerajinan logam berupa patung Budha dalam berbagai posisi.  Dan Bagi kolektor uang kuno, tempat ini juga menjual uang dari berbagai negara, bahkan yang digunakan tahun 30-an. 

Seperti pada umumnya pasar tradisional, Untuk mendapatkan barang di Beringharjo , para pengunjung harus pintar-pintar menawar demi mendapatkan harga murah.

Kitab-Kitab Peninggalan Sejarah dan Pengarangnya

10/04/2013 Add Comment

Berikut ini ada 7 buah kitab-kitab peninggalan zaman kerajaan di Indonesia.

Dua diantaranya adalah kitab yang dihasilkan dari zaman Kerajaan Kediri, sedangkan dua lagi adalah kitab-kitab yang dihasilkan oleh empu pada zaman Kerajaan Majapahit.

7 Kitab Peninggalan Sejarah dan Pengarangnya

1. Kitab Sutasoma, dikarang oleh Empu Tantular.



Empu Tantular hidup pada zaman Kerajaan Majapahit.

2. Kitab Mahabharata, dikarang oleh Resi Wiyasa.


3. Kitab Ramayana, dikarang oleh Empu Walmiki.


4. Kitab Arjuna Wiwaha, dikarang oleh Empu Kanwa.


Empu Kanwa ini hidup pada zaman pemerintahan Raja Airlangga, Kahuripan.

5. Kitab Smaradahana, dikarang oleh Empu Darmaja.


Empu Darmaja hidup pada zaman Raja Kameswara I Kediri.

6. Kitab Bharatayuda, dikarang oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh.


Kedua Empu hidup pada zaman kerajaan Kediri, dengan Raja Jayabaya.

7. Kitab Negarakertagama, dikarang oleh Empu Prapanca.


Empu Prapanca hidup pada zaman Kerajaan Majapahit.

Tujuh kitab tersebut adalah kitab-kitab kuno yang sangat terkenal di Indonesia, hasil karya Pujangga-Pujangga asli tanah air pada zamannya.

Sebut saja Kitab Sutasoma buah karya Empu Tantular, siapa yang tidak pernah mendengar kitab ini terutama anak-anak sekolah pastilagh pernah mendengarnya dan bahkan hafal sampai siapa pengarangnya.

Rumah Adat yang ada di Indonesia

10/03/2013 Add Comment
Rumah Adat yang ada di Indonesia sebenarnya banyak sekali, kalau dikumpulkan dan di share di sini mungkin tidak akan cukup waktu satu minggu buat saya. Hehehe.... Itu karena Indonesia memang memiliki kekayaan budaya yang sangat luar biasa. Setiap suku yang ada di Indonesia memiliki banyak rumah adat yang sangat unik dan cantik. Berikut adalah sebagian kecil dari rumah adat yang ada di Indonesia.


1. Provinsi DI Aceh / Nanggro Aceh Darussalam / NAD
Rumah Adat Tradisional : Rumoh aceh
 
2. Provinsi Sumatera Utara / Sumut
Rumah Adat Tradisional : Rumah balai batak toba
 3. Provinsi Sumatera Barat / Sumbar
Rumah Adat Tradisional : Rumah gadang
 
 5. Provinsi Jambi
Rumah Adat Tradisional : Rumah panggung
6. Provinsi Kalimantan Barat / Kalbar
Rumah Adat Tradisional : Rumah panjang 
 7. Provinsi Lampung
Rumah Adat Tradisional : Nuwo sesat
8. Provinsi Jawa Tengah / DI Yogyakarta / Jawa Timur
Rumah Adat Tradisional : Rumah joglo
9. Provinsi Kalimantan Timur / Kaltim
Rumah Adat Tradisional : Rumah lamin
 10. Provinsi Kalimantan Tengah / Kalteng
Rumah Adat Tradisional : Rumah betang
 11. Provinsi Irian Jaya / Papua
Rumah Adat Tradisional : Rumah honai
12. Provinsi Kalimantan Selatan / Kalsel
Rumah Adat Tradisional : Rumah banjar

Kesenian Wayang Golek Jawa Barat

10/03/2013 Add Comment
Wayang golek jawa barat.
ASAL MULA

Asal mula wayang golek tidak diketahui secara lengkap, dan jelas. Tapi sebenarnya wayang golek merupakan pengembangan dari wayang kulit. Salmun (1986) menyebutkan bahwa pada tahun 1853 M sunan kudus membuat wayang yang berbahan dari kayu, dan diberi nama wayang golek, dan dapat dimainkan atau dipentaskan pada waktu siang hari. Selain itu Ismunandar (1988) mengatakan pada awal abad ke-16, sunan kudus membuat bangun wayang purwo sebanyak 70 buah dengan cerita menak yang diiringi oleh gamelan salendro, bentuknya menyerupai boneka, tidak memerlukan klir, berbahan kayu oleh karna itu dinamakan wayang golek. 
Awalnya yang diceritakan dalam cerita wayang golek adalah cerita panji, dan wayangnya disebut wayang golek menak. Konon wayang golek ini ada sejak masa panembahan ratu (cicit sunan gunung jati (1540-1650)) didaerah cirebon. Pada masa itu disebut wayang papak atau cepak, karena bentuknya datar. Pada masa pangeran grilaya (1650-1662) wayang papak dilengkapi dengan cerita yang diambil dari babad, dan sejarah tanah jawa. Lakon pada waktu itu bernuansa atau berkisar pada penyebaran agama islam, dengan lakon cerita ramayana, dan mahabrata (wayang golek purwa) yang lahir pada tahun 1840 (Somantri 1988).
Kelahiran wayang golek diprakarsai oleh dalem karang anyar (Wiranata kusumah III) pada masa akhir jabatanya. Pada masa itu beliaw memerintah kiDarman (penyungging wayang kulit, dari tegal) yang tinggal dicibiru, ujung berung, untuk membuat wayang dari kayu, tetapi berbentuk gepeng menyerupai wayang kulit. Tetapi atas anjuran dalem itu sendiri wayang yang berbentuk gepeng itu dbuat berbentuk bulat, seperti wayang-wayang sekarang kebanyakan. Perkenalan wayang golek dipriangan, dikenal pada abad -19 sejak dibukanya jalan raya Daendels. Mulanya pementasan wayang golek dibawakan dengan bahasa jawa, namun setelah orang sunda pandai mendalang, dirubah menjadi ke bahasa sunda.
wayang golek purwa.
wayang golek modern

Wayang golek merupakan salah satu kebudayaan asli indonesia, yang berasal dari jawa barat, dan sampai saat ini masih bertahan dikalangan masyarakat. Namun walaupun wayang golek ini merupakan ciri khas suku sunda, tetapi tidak banyak orang yang tau asal usul wayang golek itu sendiri. sebab sudah terkonstaminasi oleh kebudayaan-kebudayaan asing, yang mungkin lebih dminati oleh masyarakat indonesia pada umumnya. 
Kendati demikian, dalam beberapa tahun terakhir ini, kesenian wayang golek ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Karena kesenian wayang golek ini oleh sebagian orang yang masih peduli akan kebudayaan asli, yang diwariskan oleh nenek moyang, dimodernisasikan, serta diberi sentuhan-sentuhan yang tidak membuat masyarakat bosan. Contohny sebuah paguyuban wayang golek yang berasal dari Bandung yaitu paguyuban wayang golek GIRIHARJA dengan dalangnya yang sudah dikenal, yaitu Kidalang Asep Sunandar Sunarya putra dari dalang senior Kidalang abah Sunarya. Ki dalang Asep Sunandar S mampu membuat masyarakat kembali mencintai kesenian wayang golek, dengan permainan yang sudah dimodernisasikan, seperti muntah, dan makan mie, serta teknik-teknik lainya, dan dikalaborasikan dengan bodoran-bodoran yang membuat yang menontonya tidak merasa bosan.
Sebelum ki dalang Aep Sunandar Sunarya, masih banyak lagi dalang-dalang kondang yang sudah memodernisasikan, seperti kaka dari kidalang Asep Sunandar S yaitu Kidalang Ade kosasih sunarya, terdahulu dan  masih banyak dalang lainya.
Dari inspirasi, dan inovasi serta kerja keras dalang-dalang itu, akhirnya seni wayang golek banyak diminati bukan hanya di kalangan masyarakat indonesia saja, namun sudah memancanegara seperti amerika, inggris, prancis dan banyak negara-negara lainya. tidak sedikit juga peminat-peminat dari kalangan muda yang muncul ikut melestarikan kebudayaan wayang golek, contohnya putu girharja yaitu Kidalang Dadan sunandar Sunarya, Kidalang adhi kontea kosasih sunarya, dan masih banyak lainya, mereka ikut melestarikan budaya seni wayang golek, dengan inovasi-inovasi mereka yang lebih modern. Sampai ada yang dikalaborasikan dengan sentuhan-sentuhan luar, contohnya sudah kita ketahui alat-alat yang digunakan untuk mengiringi wayang golek adalah alat musik tradisional, seperti kendang, goong, bonang dll. namu oleh sebagian dalang-dalang masa kini ditambah alat-alat musik modrn seperti gitar, drum dll, untuk mengiringi dalam pementasan wayang golek.
PEMBUATAN WAYANG GOLEK
Wayang golek terbuat dari albasiah atau lame. cara pembuatanya dengan cara meraut dan mengukirnya, sehingga menyerupai bentuk yang diinginkan. Untuk mewarnai dan menggambar mata, alis, bibir, dan motif dikepala wayang, digunakan cat duko, dengan cat ini wayang menjadi lebih cerah. Pewarnaan wayang sangat penting, karena dapat menghasilkan berbagai karakter tokoh. Adapun warna dasar yang digunakan dalam wayang ada 4: Merah, Putih, Prada, dan Hitam.

Adapun sebuah industri yang membuat wayang golek, yang beralamat di ds. jelekong, kec. ciparai, kab. bandung, dan diberi nama "Graha Wayang Golek Big Giriharaja" pengelola industeri ini bernama Suherman Sunanndar, Beliaw sebenarnya adalah salah satu putra dari dalang senior yaitu Kidalang Abah Sunarya, ia tidak seperti sodara-sodaranya yang justru lebih menggeluti propesi ayahny yaitu menjadi seorang dalang, namun suherman sunandar lebih menggeluti dalam pembuatan wayang golek. Namun seiring perkembangan usia yang semakin lanjut, beliaw tidak lagi berkecimbung lagi dalam industri pembuatan wayang golek, dan pada tahun 1997 beliaw telah mewariskan kepada anak mantunya yang bernama Barnas Sabunga.

Dibawah pimpinan Barnas yang semula murni untuk melestarikan kesenian wayang golek, kini dikelola secara profesional, sehingga setahap demi setahap industeri kerajinan itu dapat menghasilkan uang. Sebagian dari penghasilan yang diperoleh dari industeri itu, disisihkan barnas untuk membangun perpustakaan, dam musiem wayang golek. Selain membuat kesenian wayang golek, graha wayang golek big giriharja juga memproduksi lukisan-lukisan karya istrinya, yang juga dipajang di graha wayang golek big giriharja.

Tempat Wisata Pantai Sadeng (Begawan Solo Purba)

10/02/2013 Add Comment

Pantai Sadeng berada diwilayah paling timur kabupaten gunung kidul. Pantai Sadeng terletak di Desa Songbanyu dan Pucung Kecamatan Girisubo berjarak sekitar 80 KM dari Pusat kota Jogjakarta dan berbatasan dengan Pracimantoro, Wonogiri Jawa Tengah.

WISATA LOKAL INDONESIA

Pantai ini telah menjadi wisata lokal kebanggan masyarakat Gunung Kidul Yogyakarta, karena pantai ini terbentuk melalui proses alam yang cukup panjang. Di pantai ini Terdapat Telaga Suling yaitu lembah yang diyakini dahulu sebagai muara dari sungai Bengawan Solo Purba. 

Berdasarkan penelitian para pakar Geologi, bahwasanya Dahulu kala Sungai Bengawan Solo mengalir dari hulunya di wilayah utara hingga bermuara di Pantai Sadeng yang sekarang ini. Namun, sekitar empat juta tahun yang silam, sebuah proses geologi terjadi.

Lempeng Australia menghujam ke bawah Pulau Jawa, menyebabkan dataran Pulau Jawa terdesak dan perlahan terangkat . Sehingga Arus sungai akhirnya tak bisa melawan ketinggian dari hulu sungai itu sendiri, hingga akhirnya aliran air nya pun berbalik ke utara, yang saat ini mengalir hingga ke ujung utara wilayah Jawa Timur.

Jalur semula akhirnya tinggal jejak yang perlahan mengering karena tak ada lagi air yang mengalirinya yang kini menjadi ladang palawija yang produktif bagi masyarakat sekitarnya. Wilayah ini kaya akan bukit-bukit kapur yang menurut beberapa penelitian, semula merupakan karang-karang yang berada di bawah permukaan laut.

WISATA LOKAL INDONESIA

Sebelum benar-benar tiba di Pantai Sadeng , pengunjung terlebih dahulu dimanjakan dengan rute alam pegunungan kapur yang menantang dan sangat eksotis. Keindahan pantai di Wilayah Gunungkidul memang menawarkan banyak keindahan dan pesona alamiah. Di Pantai ini, Pengunjung dapat menyusuri bibir pantai di sebelah timur dan menuju gundukan pasir yang berada di dekat mercusuar. 

Pantai Sadeng (BENGAWAN SOLO PURBA)

Pemandangan laut lepas akan tampak jelas, beserta deburan ombaknya yang besar. Tak seperti pantai di Gunung Kidul umumnya, Sadeng tak banyak memiliki karang-karang raksasa sehingga pandangan mata tak akan terhalang.

Kadang, bisa juga disaksikan perahu nelayan yang tengah melaut. Pantai Sadeng sebenarnya merupakan pantai yang sudah sejak lama dijadikan sebagaitujuan wisata di Kabupaten Gunungkidul. Tipe bibir pantai yang berupa tebing karang membuat Pantai Sadeng nampak indah nan elok.

Tidak hanya sebagai tempat tujuan wisata, Pantai ini juga dikenal sebagai Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang bertaraf nasional dan merupakan penunjang pengembangan perikanan laut terbesar di Provinsi Yogyakarta.


<
WISATA LOKAL INDONESIA

Di Pantai ini pengunjung akan melihat langsung aktifitas para nelayan, ada yang membersihkan perahu, mengangkut ikan dari perahu ke tempat pelelangan, menggiling es batu untuk dimasukkan dalam kotak ikan sebelum didistribusikan.

Wisatawan dapat menikmati sajian masakan ikan laut atau membawa ikan laut segar sebagai oleh - oleh dengan harga yang terjangkau

Tempat Wisata Makam Bung Karno

10/02/2013 Add Comment


KOMPLEK MAKAM BUNG KARNO

KOMPLEK MAKAM BUNG KARNO Sang “Proklamator” berlokasi di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan Kota Blitar Jawa Timur.  KOMPLEK MAKAM BUNG KARNO telah menjadi ikon bagi Kota Blitar. Bahkan bisa dikatakan kata SUKARNO identik dengan  kata BLITAR, begitupun sebaliknya. Ikon itulah yang membuat kota Blitar menjadi salah satu tujuan wisata ternama di Jawa Timur.

KOMPLEK MAKAM BUNG KARNO

Memasuki KOMPLEK MAKAM BUNG KARNO dimulai dari sebuah gapura Agung yang menghadap ke selatan. Bangunan utama disebut dengan Cungkup Makam Bung Karno. Cungkup Makam Bung Karno berbentuk bangunan Joglo, yakni bentuk seni bangunan khas masyarakat   jawa.  Makam Bung Karno di apit oleh kedua Orang Tua Beliau, di sebelah  kiri ada  Makam Ayahanda "R. Soekeni Sosrodihardjo" dan di sebelah kanan  ada Makam Ibunda "Ida Aju Njoman Rai". 

KOMPLEK MAKAM BUNG KARNO

Cungkup Makam Bung Karno diberi nama Astono Mulyo. Diatas Makam diletakkan sebuah batu pualam hitam bertuliskan :Disini dimakamkan Bung Karno Proklamator Kemerdekaan Dan Presiden  Pertama Republik Indonesia. Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

KOMPLEK MAKAM BUNG KARNO

Dahulu kala, Peziarah hanya bisa melihat batu nisan dari luar kaca penyekat. Dan pada  masa Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati sebagai wapresnya, dinding kaca yang membalut bangunan makam itu dibongkar total. Dan Kini setiap peziarah yang datang ke joglo makam tersebut bisa langsung menyentuh batu nisan.

KOMPLEK MAKAM BUNG KARNO

Selain berziarah ke makam , di  Areal KOMPLEK MAKAM BUNG KARNO juga terdapat  perpustakaan Bung Karno yang menyediakan banyak koleksi buku peninggalan sang Proklamator. Di perpustakaan ini, Pengunjung bisa lebih banyak memperoleh informasi tentang segala sesuatu berkaitan dengan sepak terjang perjuangan Bung Karno.

KOMPLEK MAKAM BUNG KARNO

Selain perpustakaan, Areal  KOMPLEK MAKAM BUNG KARNO juga terdapat Museum Bung Karno yang menyimpan banyak koleksi benda - benda peninggalan Bung Karno. Salah satu koleksi yang paling banyak menjadi daya tarik pengunjung, adalah lukisan Bung Karno. Konon lukisan ini seperti manusia yang masih hidup. Dibagian dada lukisan ini terdapat irama denyut nadi yang berdetak.

KOMPLEK MAKAM BUNG KARNO

Selain menyimpan lukisan dan foto Bung Karno,  museum ini juga menyimpan bendera merah putih yang terbuat dari kain mukena dan sempat dikibarkan di  Rengasdengklok. 

Berkunjung ke tempat wisata lokal andalan Kota Blitar ini, merupakan sarana bagi kita untuk mengenang jasa-jasa beliau sekaligus meneladani nilai Nasionalisme pada sosok Bung Karno.

Cidomo khas pulau Lombok

8/23/2013 Add Comment
Cidomo atau kadang disebut Cimodok adalah alat transportasi tenaga kuda khas pulau Lombok, secara fisik kendaraan ini mirip dengan delman atau andong yang terdapat di pulau Jawa, hanya saja, penyebutan nama kendaraan ini, berbeda-beda, tergantung tempatnya. Cidomo merupakan singkatan dari cikar, dokar, mobil. Perbedaan utamanya dengan delman atau andong adalah alih-alih menggunakan roda kayu, cidomo menggunakan roda mobil bekas sebagai rodanya. Sampai saat ini alat transportasi ini masih menjadi sarana utama transportasi terutama pada daerah-daerah yang tidak dijangkau oleh angkutan publik dan daerah-daerah sentra ekonomi rakyat seperti pasar.

Cikar adalah alat angkut atau tempat angkut penumpang tanpa atap dan kuda. Sedangkan dokarnya adalah keseluruhan bagian termasuk atap. Sebutan mobil dipakai karena kendaraan ini bergerak dengan tenaga kuda sebagai alat transportasi. “Bergeraknya itulah yang membuat ia disebut mobil,” kata Muhasah, salah seorang tukang pembuat cidomo, di Kampung Tenges-enges, Dasan Tapen, Gerung, Lombok Barat.
Mengenai singkatan ini, memang sudah lama akrab di telinga masyarakat Mataram dan Lombok Barat, meskipun tidak ada keterangan pasti bahwa singkatan tersebut memang benar. Yang pasti, jika bertanya mengapa disebut cidomo, maka hampir semua yang ditanya menjawab, cikar, dokar, mobil.
Lain Lombok Barat dan Mataram, lain lagi Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa dan Bima. Sebagian orang Lombok Tengah menyebut kendaraan ini sebagai cikar, meskipun sebagian lagi juga menamainya dengan cidomo.

Yang unik, Lombok Timur menyebut kendaraan tradisional ini sebagai becak. Beberapa lainnya juga masih menyebut cidomo. “Sampai kantor Camat, naik saja becak,” ungkap Ana, mahasiswa asal Lombok Timur kepada kawannya lewat telepon. Ia pun menjelaskan, bagi orang Lombok Timur, becak yang dimaksud adalah cidomo.
Di Pulau Sumbawa orang menyebut kendaraan ini sebagai dokar dan benhur. Orang Sumbawa mengenal kendaraan yang dikendarai kusir ini dengan sebutan dokar. Sebutan ini sejak lama sudah dipakai, bahkan bisa dibilang sejak kendaraan ini menjadi transportasi tradisional masyarakat Sumbawa. Meskipun sama-sama berada di Pulau Sumbawa, orang Bima dan Dompu menamai kendaraan tradisional ini dengan sebutan benhur. Keberadaan kendaraan umum tradisional ini terbilang cukup banyak di NTB. Ribuan kusir mengantar penumpang dari satu tujuan ke tujuan lainnya, setiap hari di NTB. Menurut Drs. Anis Masyur, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, saat ini ada sekitar 700-an cidomo yang beroperasi tiap hari di kota Mataram.
Jumlah ini ternyata telah terjadi penurunan yang cukup drastis jika dibandingkan dengan tahun 2004 lalu. Ketika itu jumlah cidomo di kota Mataram mencapai 2000 unit. Penurunan jumlah ini, menurut Anis, terjadi karena penurunan jumlah penumpang yang selama ini mengandalkan transportasi tradisional ini. “Penumpang beralih ke kendaraan pribadi yang jumlahnya juga meningkat. Keberadaan ojek yang sudah ada hampir di setiap perempatan-perempatan Kota Mataram juga ikut mempengaruhi,” tandasnya.
Dampaknya, banyak kusir cidomo yang beralih profesi, karena pemasukan yang dianggap tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penurunan penghasilan, mungkin dirasakan oleh sebagian kusir. Namun, bagi Nasrun dan kawan-kawannya, penghasilan mereka terbilang lumayan. Pasalnya, Nasrun dan beberapa kusir lainnya, memilih menjadi kusir cidomo di daerah wisata Senggigi dan Gili Trawangan serta gili-gili lainnya, di Lombok Barat.
Penghasilan kusir wisata ini terbilang besar. Untuk berkeliling dengan cidomo kawasan khusus wisata ini, wisatawan bisa mencarternya sekali jalan Rp 20 ribu hingga Rp 200 ribu. Dengan Rp 20 ribu, wisatawan bisa berkeliling Senggigi sekali jalan. Namun, jika ingin sampai ke kota Mataram, harga carter hingga Rp 200 ribu.
Sebanyak 16 cidomo khusus wisata di Senggigi ini, mengaku tidak terlalu sering bolak balik mengantar penumpang, karena harus menunggu wisatawan yang tidak setiap saat membutuhkan kendaraan tradisional ini. Sehari kadang-kadang tak memiliki penumpang, namun jika ada penumpang esoknya penghasilan bisa menutupi kebutuhan sebelumnya. “Jika harus dirata-ratakan, penghasilan sehari bisa untuk biaya perawatan, makanan kuda dan biaya hidup sekeluarga. Bahkan terkadang masih bisa disisihkan berupa tabungan untuk membeli aksesoris cidomo,” kata Nasrun.
Membentuk citra baik dengan aksesoris menjadi pertimbangan para kusir cidomo di kawasan wisata. Kesadaran para kusir terhadap kebersihan terbilang cukup baik. Kantong-kantong kotoran kuda selalu terlihat bersih. Begitu juga dengan jalan-jalan raya sepanjang Senggigi, bebas dari kotoran kuda. “Kalau ada kotoran kuda yang jatuh dan kami tidak menyadarinya, biasanya kembalinya dari mengantar tamu, kami bersihkan lagi,” imbuh Nasrun. Ini sudah disepakati bersama oleh pada kusir wisata ini.
Cidomo-cidomo wisata ini tidak beroperasi dari pagi, melainkan dimulai pada pukul 15.00 hingga malam hari. Tetapi, jika ada yang ingin berkeliling pada pagi hari, harus memesan terlebih dahulu. Mereka bebas mangkal di mana saja di kawasan Senggigi. Namun, ada aturan yang sudah disepakati bersama, yakni siapa yang lebih dulu mangkal, dialah yang akan mendapatkan penumpang terlebih dahulu baru diikuti oleh yang datang berikutnya.
Hal penting yang selalu diperhatikan kusir adalah keselamatan dan kenyamanan penumpang. Maklum penumpang mereka adalah wisatawan dari berbagai negara. Hal inilah yang harus dibayar mahal penumpangnya

OBJEK WISATA KALIMANTAN TENGAN

8/17/2013 Add Comment
Kalimantan Tengah adalah salah satu provinsi dengan ibukotanya Palangka Raya , dan mempunyai banyak sekali obyek wisata antara lain Wisata Alam, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Minat Khusus, Wisata Kuliner, Wisata Olah Raga, Wisata Belanja , dari sekian banyak Obyek wisata Kalimantan Timur  yang sangat terkenal yaitu Wisata Minat Khusus Taman Nasional Tanjung Puting di camp Leakey untuk mengamati orang utan.


TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING


Taman Nasional Tanjung Puting
Taman Nasional Tanjung Puting merupakan lokasi pusat rehabilitasi orangutan (Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, Camp Leakey) serta pengamatan flora dan fauna khususnya Bakatan (Natai Lengkuas,Sungai Buluh dan Danau Burung).
Taman Nasional Tanjung Puting merupakan lokasi pertama di Indonesia sebagai pusat rehabilitasi orangutan. Terdapat tiga buah lokasi untuk rehabilitasi orangutan yaitu di Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Leakey.
Orangutan Kalimantan mempunyai bulu kemerah-merahan gelap dan tidak memiliki ekor. Sejalan dengan pertumbuhan usianya, jantan dewasa mengembangkan pipinya hingga membentuk bantalan. Semakin tua, bantalan pipinya semakin besar sehingga wajahnya terkesan seram.
Taman Nasional Tanjung Puting memiliki beberapa tipe ekosistem yang terdiri dari hutan hujan tropika dataran rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai, dan hutan sekunder.
Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting ini didominir oleh tumbuhan hutan dataran rendah seperti jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), meranti (Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), dan rotan.
Jenis satwa langka endemik dan dilindungi yang terdapat di hutan Taman Nasional Tanjung Puting antara lain orangutan (Pongo satyrus), bekantan (Nasalis larvatus), lutung merah (Presbytis rubicunda rubida), beruang (Helarctos malayanus euryspilus), kancil (Tragulus javanicus klossi), macan dahan (Neofelis nebulosa), dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis borneoensis
Taman Nasional Tanjung Puting ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfir pada tahun 1977 dan merupakan Sister Park dengan negara Malaysia

Orang Utan
Tanjung Harapan. Merupakan stasiun pertama dalam proses rehabilitasi orangutan. Lokasi ini berada di hutan sekunder dan hutan rawa yang dilengkapi dengan wisma tamu, pusat informasi dan jalan trail.
Pondok Tanggui. Orangutan tersebut tetap diamati secara tertutup dan dihindari kontak dengan manusia.
Camp Leakey. Didirikan pada tahun 1971, berada di hutan primer dan merupakan tempat dari beberapa orangutan yang setengah liar sampai liar dan dari yang baru dilahirkan sampai usia tiga tahun (raja tua).
Natai Lengkuas. Stasiun penelitian bekantan dan pengamatan satwa lainnya melalui sungai.
Sungai Buluh dan Danau Burung. Pengamatan satwa burung terutama burung migran.
Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Kompetisi Tradisional Rowing pada bulan Mei di Pangkalan Bun
Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d September setiap tahunnya.
Cara pencapaian lokasi: Dari Pangkalan Bun (plane) dengan kendaraan darat ke Kumai sekitar 20 menit (8 km). Selanjutnya dari Kumai ke Tanjung Harapan menggunakan klotok selama 1,5-2 jam, atau Kumai – Natai Lengkuas selama 4 – 5 jam. Menggunakan perahu cepat dari Kumai – Tanjung Harapan selama 0,5 – 1 jam, dari Kumai – Camp Leakey selama 1,5 – 2 jam, dan dari Kumai ke Natai Lengkuas selama 1,5 – 2 jam.

ARBORETUM NYARU MENTENG

Arboretum Nyaru Menteng
Arboretum Nyaru Menteng adalah sebuah kawasan hutan yang di dalamnya terdapat banyak spicies flora dan fauna, yang menjadi objek wisata menarik di kota tersebut ,Di lokasi ini banyak terdapat koleksi kehutanan dengan berbagai jenis seperti tanaman geronggang, meranti, cemara, dan tampan ,terdapat juga proyek reintroduksi sekitar 200 ekor orangutan.
arboretum startdoorcomSebagai  objek wisata alam yang juga sebagai wilayah konservasi dan penelitian tanaman langka, yang berlokasi di Kelurahan Tumbang Tahay Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya (Km 28 dari Palangkaraya menuju Kabupaten Katingan).
Arboretum Nyaru Menteng dengan luas 65,2 hektare yang merupakan bagian dari bumi perkemahan pramuka adalah kawasan pelestarian plasma nutfah ekosistem hutan rawa di Propinsi Kalteng.
Flora dan Fauna hidup kawasan Arboretum Nyaru Menteng ini adalah jenis-jenis yang tumbuh dalam ekosistem hutan rawa.
 
Orang Utan
Flora dan Fauna
Jenis pohon yang tumbuh di Arboretum Nyaru Menteng dapat digolongkan ke dalam 43 famili dengan jumlah species sebanyak 139 jenis.antara lain Ramin (Gonistylus bancanus), Meranti rawa (Shorea spp), Mahang (Macaranga maingayi), Geronggang (Cratoxylon arborescens), Makakang (Melastoma sp), Kapur Naga (Dryobalanop sp), Kempas (Koompasia malaccensis), Rengas (Gluta Rengas), Palawan (Tristania maingayi), Belangiran (Shorea balangeran), Punak (Tretramerista glabra). Pohon yang tergolong langka di Arboretum Nyaru Menteng adalah Terentang (Camnospermum sp), Mentibu (Dactylocladus stenostachys), Bintangur (Callophyllum sp), Jelutung (Dyera costulata), Agathis (Agathis sp), Bangkirai (Hopea sp), Gelam Tikus (Melaleuca leucadendron), Jambu-jambu (Eugenia sp) dan Tumih (Combretocarpus rotundotus).
Selain itu terdapat 4 (empat) jenis Kantong Semar yang teridentifikasi di kawasan ini yaitu Nepenthes raffesiana, N. maxima, N. ampullaria dan N. Gracilis.
Jenis-jenis liana antara lain Aglaonema sp, Dianella sp, Cyrtosperma sp, Nephrolepsis sp. Dijumpai juga jenis-jenis Beringin (Ficus sp) mulai dari yang berbentuk semak sampai pohon.
Jenis-jenis eksotik yang berasal dari luar kawasan yang ditanam di kawasan ini antara lain Alau (Dacridium sp), Galam (Eucalyptus sp), Nangka (Arthocarpus heterophylus), Sinonim (Arthocarpus integra), Jambu Mente (Anacardium occidentale), Rambutan (Nephelium lappaceum), Saga (Adenathera microsperma), Akasia (Acacia auliculiformis), Sungkai (Peronema canescens), Cempedak (Arthocarpus cempedak), Durian (Durio zibethinus) dan Cemara (Casuarina sp).
Beberapa jenis satwa liar antara lain beberapa jenis burung seperti Beo (Gracula religiosa) dan Cucak Rowo (Pyocnonotus zeylanicus). Jenis lain seperti Biawak (Varanus sp), Ular, Monyet dan sesekali masih dijumpai orangutan liar (Pongo pygmaeus), Owa-owa (Hylobates muelleri) dan Tupai/Bajing.
Di kawasan ini terdapat jembatan kayu panjang lima Km , wisma cinta alam, bumi perkemahan, aula pertemuan, Information Center, shelter, pondok kerja, tempat parker

KOTA AIR MUARA TEWEH

Muara Taweh
Sebagai kota air, Muara Teweh menyuguhkan pemandangan Wisata Alam yang unik berupa rumah apung yang cukup banyak, berderet di sepanjang tepian Sungai Barito sekaligus menyuguhkan panorama sungai Barido
Kota Air Muara Teweh ,merupakan Ibu Kota Kabupaten Barito Utara yang mayoritas penduduknya berasal dari suku Dayak Bakumpai, subetnis Dayak di Barito yang memeluk agama Islam. Kota kecil yang dikelilingi hutan dan bentuknya memanjang mengikuti aliran sungai ini merupakan satu-satunya kota ramai di daerah pedalaman Sungai Barito, yang membelah Pulau Kalimantan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hingga Kabupaten Murung raya, Kalimantan Tengah.
Sebagai kota air, Muara Teweh menyuguhkan pemandangan yang unik. Di kota kecil ini, terdapat rumah apung yang cukup banyak, berderet di sepanjang tepian Sungai Barito. Jenis rumah semacam ini dapat dianggap sebagai kearifan lokal dalam menghadapi bahaya banjir. Karena banjir di Muara Teweh pada umumnya berupa genangan, bukan air bah, jadi setinggi apapun banjir yang terjadi tidak akan menenggelamkan rumah-rumah tersebut.
Kota Air Muara Taweh
Di sepanjang aliran sungai, pengunjung juga akan menjumpai pemandangan alam yang menawan. Menyaksikan lebat dan hijaunya hutan Kalimantan serta mendengarkan nyanyian khas hewan-hewan yang hidup di dalamnya merupakan pengalaman berharga yang mungkin tidak akan dialami di tempat-tempat lain. Dengan menggunakan jasa ojek speed boat, pengunjung dapat menikmati sepuasnya keindahan pemandangan alam di sepanjang aliran Sungai Barito tersebut. Pengunjung tidak perlu khawatir dengan harga yang ditawarkan, sebab tidak ada harga resmi untuk alat transportasi ini, sehingga pengunjung dapat menawarnya. Pada umumnya, besar-kecilnya biaya yang dikeluarkan tergantung pada jarak tempuh yang dikehendaki oleh pengunjung.

PANTAI UJUNG PANDARAN

Pantai Ujung Pandaran
Salah satu objek wisata andalan Kotawaringin Timur. Pantai yang terkenal dengan hamparan pasir putih , dipagari nyiur melambai sepanjang pantai dan kekayaan biota lautnya ini membentang puluhan kilometer dari Kotawaringin Timur hingga perbatasan Kabupaten Seruyan. Pantai Ujung Pandaran termasuk jenis pantai yang landai.
pantaiujung pandaran ningstami multiplyPantai Ujung Pandaran dengan  hamparan pasir putih yang begitu luas, barisan pohon nyiur yang jika dilihat dari kejauhan seolah-olah memagari pantai ini, deburan ombak yang cukup besar, dan kekayaan biota laut khas pantai ini. Khusus untuk biota laut, di Pantai Ujung Pandaran banyak terdapat ubur-ubur, ikan pari, berbagai jenis ikan kecil yang hidup di terumbu karang, dan lain-lain.
Pantai Ujung Pandaran
Dikawasan Pantai Ujung Pandaran ini dapat menyaksikan juga ritual adat Simah Laut oleh masyarakat nelayan setempat secara turun temurun. Simah Laut adalah ritual tolak bala yang dilakukan oleh para nelayan Ujung Pandaran sebelum memulai pelayaran ke laut untuk mencari ikan. Ritual tahunan ini dilakukan setiap tanggal 10 bulan Syawal, atau sepuluh hari setelah Hari Raya Idulfitri. Sebelum acara ini dilaksanakan, biasanya masyarakat setempat bergotong-royong membersihkan pantai terlebih dahulu. Setelah pantai dirasa cukup bersih, ritual Simah Laut baru diselenggarakan dengan cara melarungkan berbagai macam sesaji ke tengah laut. Oleh masyarakat setempat, ritual ini dipercaya dapat mendatangkan keselamatan dan memberikan limpahan rezeki selama melaut.

TAMAN NASIONAL BUKIT RAYA

Taman  Nasional Bukit Raya
Taman Nasional Bukit Raya, tempat pengamatan berbagai satwa hutan , dan tumbuhan yang khas ada didaerah tersebut antara lain Burung Ruai , jenis Burung Enggang, landak , lutung merah, beruk, ikan seluang, baung adung.


tamannasbukit startdoorcomTaman Nasional -Bukit Raya tidak dapat dipisahkan dengan tamana nasional Bukit Baka yang merupakan kawasan konservasi yang terletak di jantung Pulau Kalimantan. Kawasan ini memiliki peranan penting dalam fungsi hidrologis yaitu sebagai catchment area (daerah resapan air) bagi daerah aliran Sungai Melawi di Kalimantan Barat dan daerah aliran Sungai Katingan di Kalimantan Tengah. Kawasan hutan Bukit Baka-Bukit Raya didominasi oleh berbagai jenis ekosistem hutan hujan tropis khas pegunungan.
Keistimewaan kawasan wisata Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya terletak pada kekayaan flora dan faunanya. Secara umum, wilayah taman nasional ini didominasi oleh vegetasi tingkat pohon yang penyebarannya bervariasi, dari kaki hingga ke puncak bukit. Vegetasi pada dataran rendah (kaki bukit) hingga ketinggian 400 m menunjukkan kekhasan hutan hujan dataran rendah yang menjadi rumah bagi sekitar 30 % spesies dipterocarpaceae.
Bunga Raflesia
Keistimewaan kawasan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya yang lainnya adalah terdapat beraneka ragam jenis satwa di dalamnya, di antaranya berbagai jenis burung seperti Burung Ruai (argusianus argus) dan 3 jenis Burung Enggang, salah satunya adalah burung Enggang Gading (rhinoplax vigil). Jenis-jenis satwa lainnya yang dapat dijumpai di kawasan ini adalah mamalia, seperti landak (hystrix branchyura), lutung merah (presbytis rubicunda), dan beruk (macaca nemestrina). Kekayaan fauna Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya juga bisa dilihat dari hewan reptil yang hidup di kawasan ini, seperti ular (lamaria schlegeli), kadal (spenomorphus), kura-kura darat (famili testudinidae), katak daun, katak batu, dan kodok. Selain itu, di kawasan ini juga hidup jenis-jenis ikan yang termasuk dalam kategori langka yang mungkin tidak akan dapat dijumpai di kawasan lain, seperti ikan seluang (osteochilus spilurus), baung (mystus micracanthus), dan adung (hampala macrolepidota).

Sumber  : http://wisatakalimantan.wordpress.com